Turotsi…! Turotsi…!

Koleksi Pribadi, Tulisan Tentang Fitnah Keji At-Turots

SuperMan dan Dakwah dari Dalam

SuperMan dan Dakwah dari Dalam

Filed under: Umum, Fakta

Pengantar
Siapa yang tak pernah mendengar nama SuperMan? Manusia super bodi yang menebar kebaikan dengan menolong orang serta memberantas kejahatan. Sayang semua itu hanyalah bualan, cerita dusta yang tak pernah ada di alam kenyataan selain bikinan Hollywood produsen cerita-cerita khayalan dan kebohongan yang tak mengenal halal dan haram. Pun para ulama bukanlah SuperMan, manusia superkuat yang yakin tak terkalahkan. Dibalik ketaqwaan dan kemapanan ilmunya yang bersinar di sepanjang generasi umat Islam, mereka adalah manusia biasa yang memiliki rasa takut akan terjerumus kepada bid’ah dan kesesatan. Hal mana yang mengharuskan mereka untuk selektif dan hati-hati dalam memilih teman bicara dan kawan sepergaulan.

Ada seorang laki-laki yang berkata kepada Ibnu Sirrin rahimahullah, “Sesungguhnya si fulan mau datang kepadamu dan dia tidak berbicara sesuatu apapun”.
Ibnu Sirrin berkata, “Katakan kepada fulan: Tidak! Tidak usah dia datang”’ karena hati anak Adam itu lemah dan aku khawatir kalau aku mendengar suatu kalimat, lantas hatiku tidak kembali sebagaimana mestinya.” (HR. Ibnu Baththah dalam Al Ibanah ‘an Syari’ah Al Firqah An Najiyah 399)
Yahya bin Ubaid rahimahullah berkata, “Seorang Mu’tazilah pernah menemuiku. Lalu dia berdiri dan akupun berdiri. Maka aku katakan, “Entah engkau yang pergi atau aku yang pergi, karena jika aku berjalan bersama seorang Nasrani, itu lebih aku sukai daripada berjalan bersamamu” (Al Bida’ wan Nahyu ‘anha, Ibnu Wadhdhah, 59). Baca selebihnya »

April 27, 2008 Ditulis oleh As-Salafy | Fitnah & Syubhat, Mauqif Ahlussunnah, Peringatan!, Siapa Mereka? | | 2 Komentar

Inna illahi wa innaa ilaihi raji’un

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Inna illahi wa innaa ilaihi raji’un, telah wafat pada pagi ini (Senin, 26
November 2007) Ustadz Armen Halim Naro.
Kabarnya beliau wafat karena sakit jantung.

Semoga Allah merahmati dan mengampuni beliau.
Semoga Allah memasukkan beliau ke dalam jannah-Nya.
Amin.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dari milis manhaj-salaf  – “Ronny as-Salafi” <ronny.assalafi@…>

Nopember 29, 2007 Ditulis oleh As-Salafy | Tidak Terkategori | | 6 Komentar

2 Blog Baru dari Ana Buat Blogger Salafiyyin dan Ikhwah Semuanya

Alhamdulillah, baru saja ana membuat 2 blog baru untuk kepentingan yang khusus dalam masalah yang ana lihat sangat penting hari ini bagi dakwah salafiyah di negri kita.

1. http://belasalafy.wordpress.com/

Ana buatkan blog ini untuk mengumpulkan tulisan dan komentar ikhwah blogger yang berkaitan tema yang ana tulis pada mottonya: “Inilah dakwah manhaj salaf wahai saudaraku…! Menepis syubhat, talbis, fitnah, tuduhan, dan kedustaan, atas dakwah manhaj ahlus-sunnah wal-jamaah as-salafiyah.”

Hal ini didasari keprihatinan ana akan apa yang dilakukan oleh para musuh dakwah salaf hari ini kepada dakwah yang mulia ini, yang sudah ana tulis pada posting ana bbrp waktu lalu.

Ana mengajak antum semua blogger salafiyyin dimanapun berada untuk ikut andil berbagi ilmu di blog ini, secara khusus sumbangsih antum dalam rangka menepis syubhat, talbis, fitnah, tuduhan, dan kedustaan, atas dakwah manhaj ahlus-sunnah wal-jamaah as-salafiyah. Ana akan langsung undang antum semua menjadi kontributor di blog ini atau silahkan antum hubungi ana untuk menjadi kontributor.

Pasang banner berikut sebagai tanda partisipasi antum!

belasalafy.jpg

2. http://satusalafy.wordpress.com/

Ana buatkan blog ini untuk sarana berdiskusi lebih ilmiah berkaitan motto yang ana cantumkan: “Bersatulah wahai saudaraku salafiyyin…! Di atas al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman salafus shalih bersama bimbingan ulama rabbani.”

Hal ini didasari keinginan ana untuk kita mulai merintis usaha islah dan persatuan barisan salafiyyin kepada manhaj salaf yang hakikatnya memang adalah satu dan sama.

Ana tidak peduli jika ada sebagian ikhwah yang mencibir dan memandang ini adalah usaha yang sia-sia, namun hendaknya yang berpendapat demikian berkatalah dengan hujjah yang nyata! Di sisi kita ada kitabullah dan sunnah, serta warisan ulama kita sejak dahulu hingga sekarang. Cukuplah itu semua untuk kita saling menasehati dan dudukkanlah setiap perkara pada tempatnya dengan adil. Yang ana inginkan adalah diskusi yang mengarah pada terciptanya perdamaian dan persatuan, baik dengan tabayyun maupun tatstsabut, secara terbuka dan ilmiah, dengan niat dan semangat mencari dan memegang kebenaran.

Ana tunggu partisipasi antum. Jika ada yang antum khawatirkan akan kemudharatan lebih besar bagi diri antum, maka antum bisa tetap berdiskusi menggunakan nama samaran. Asalkan apa yang antum sampaikan tetap ilmiah maka insya Allah tidaklah mengapa.

Pasang banner berikut sebagai tanda partisipasi antum!

satusalafy.jpg

Nopember 27, 2007 Ditulis oleh As-Salafy | Diskusi | | 4 Komentar

Atturots Ujian Bagi Salafiyun

Ini repost dari tulisan asli komentar ana di blog seorang ikhwan: http://abasalma.wordpress.com/2007/03/31/ath-thurots-ujian-bagi-salafyun-bagian-ii/

Alhamdulillah ana baru membacanya, penjelasan antum cukup bagus untuk menyadarkan ikhwah yang termakan syubhat dan talbis dari buku si pembela atturots yaitu Firanda as Soronji. Kasihan sekali dia, sudah habis semua dalihnya dipatahkan dengan hujjah wal bayan yang disampaikan oleh ust Askary. Ana saksikan tidak ada celah lagi baginya membela diri apalagi membela yayasan busuk Atturots yg dibanggakannya itu. Hingga sekarang pun ia sudah bungkam tidak mampu menjawab sepatah katapun. Bahkan alhamdulillah cukup banyak ikhwah yg tersentak dan tersadar dari talbis bukunya setelah membaca bantahan ust Askary yang sangat bagus yang berdiri di atas kaidah-kaidah manhaj salaf yang kokoh. Menunjukkan bagaimana kualitas keilmuan masing-masingnya, dan tidaklah ana bermaksud mendahului Allah dalam pernyataan ana ini.

Silahkan ikhwah yang haus akan kebenaran membaca dengan cermat risalah tersebut. Semoga Allah membukakan hati kita semua untuk mau menerima kebenaran dari manapun datangnya. Ana sendiri menyaksikan dan dapat mengetahui dengan gamblang mana yang lebih dekat pada kebenaran, hingga berbuah pada kepuasan dapat memandangnya dengan ilmu yang meyakinkan, walhamdulillah!

Setelah tersebarnya risalah bantahan itu, sekarang ana sedang mencari-cari apa lagi talbis dan syubhat lainnya yang masih beredar di kalangan para pembela yayasan busuk Atturots. Jika itu adalah talbis dan syubhat yang sudah jelas terjawab dalam bantahan tersebut, maka sungguh kasihan orang yang dihinggapinya itu karena tidak dapat menemukannya. Namun jika ada lagi talbis dan syubhat yang baru, maka kita akan sampaikan kepada yang lebih berhak untuk menjelaskannya.

Alhamdulillah fitnah ini tampaknya akan sudah mulai berakhir, talbis dan syubhat sudah banyak tersingkap. Apa yang didengung-dengungkan oleh Firanda melalui bukunya mulai padam, akan segera menjadi kenangan dan layak dibuang ke tong sampah (hendaknya dibakar saja karena ada ayat Al Qur’an di dalamnya). Ya betul musnahkan saja, karena pemahaman yang lurus dan terang tidak butuh kepada buku berisi talbis dan syubhat yang menyesatkan, penuh penipuan dan kelicikan dalam membawa opini pembaca mengikuti hawa nafsu dan kebodohan penulisnya, dibungkus dengan dalil-dalil, istilah dan kaidah pemahaman yang tidak sesuai manhaj salaf (ada banyak istilah atau kaidah nyeleneh dari Firanda di buku itu semisal ‘naluri salafy’, ‘lebih banyak ulama maka lebih diikuti’, ‘ulama lebih senior’, ‘anggapan kurang tahunya ulama yg merekomendasi adalah suatu penghinaan’, dan banyak lagi talbis lainnya). Mana ada kaidah itu semua dalam manhaj salaf! Jadi jelas, kita harus memusnahkannya, karena hidayah itu mahal dan langka sedangkan talbis, syubhat, dan fitnah itu akan terus menyambar-nyambar.

Bahkan ana bisa tunjukkan antum caranya untuk meyakinkan diri antum. Silahkan antum bawa buku Firanda itu dan risalah bantahannya oleh ustadz Asykary, antum serahkan kepada ustadz antum yang paling diakui dan dipercaya keilmuannya dari para ustadz antum, mintalah ia menelitinya dengan adil dan jujur, kemudian tanyakan padanya manakah yang lebih dekat kepada kebenaran dalam permasalahan ini (tapi tentu saja jangan disodorkan ke Firanda, kecuali ia sendiri telah rujuk dari apa yg ditulisnya itu). Kemudian mintalah kepada ustadz tersebut penjelasannya yang dapat memuaskan antum. Ana yakin para ustadz antum pun yang benar-benar kokoh dalam kaidah manhaj salaf akan mengetahui jelas mana yang lebih dekat pada kebenaran dan mana yang telah tersalah dalam masalah ini. Begitulah caranya silahkan antum lakukan itu atas dasar kecintaan kita akan kebenaran, cara ini cukup adil dan dapat memuaskan antum insya Allah.

Selanjutnya, ana berpikir bagaimana kita berupaya adanya komunikasi antara ustadz masing-masing pihak. Benar, sebagian ustadz seperti ustadz Afifudin as-Sidayu, ana dengar rekamannya beliau dalam dauroh di Ibnu Taimiyah Solo baru baru ini masih saja mengungkit-ungkit masalah lama yang para ustadz sudah rujuk atau meninggalkannya. Bagaimanapun, kita mengetahui ini jelas adalah kekeliruan, tidak boleh seorang ustadz menjadikan kesalahan di masa lalu sebagai bahan pembicaraan tanpa maslahah apalagi ini untuk mentahdzir. Entahlah, kita husnudzhon bahwa ustadz Afifuddin saat ini banyak ketinggalan informasi dan kurang tatstsabut dalam hal ini. Yang salah maka tetap kita katakan salah, dan harus ada ikhwah yang mengetahui untuk mengingatkannya. Ana minta kepada ikhwah yang dekat dengan para ustadz untuk membantu komunikasi dan tukar informasi, jika memang kita menginginkan persatuan maka harus ada yang merintisnya dan mengusahakannya. Timbangan kita jelas sebagaimana kita fahami sebagai prinsip2 manhaj salaf. Dan tinggal yang kita butuhkan adalah bukti-bukti, pembenaran atau penafian khobar dan pernyataan-pernyataan yang beredar. Misalnya, sudah sering ana baca ikhwah yang mengetahui keadaan ustdaz Abdul Hakim dan Ust Yazid misalnya bahwa beliau berdua tidaklah bermuamalah dan tidaklah mengambil dana Atturots. Sementara masih ada sebagian kita menuduh mereka masih mengambil dana atturots. Kaidah syar’i mengharuskan penuduh membawakan bukti, jika bukti tidak ada maka akan tertolak dengan sendirinya, namun jika bukti ada namun yang tertuduh telah bersumpah maka sumpah kita pegang. Sekarang tinggal kita lihat apa yang ada. Itu hanya sekedar contoh, disini masih banyak perkara-perkara lain yang di perselisihkan yang harusnya di komunikasikan. Para ustadz mungkin tidak leluasa mengakses internet atau sumber-sumber informasi lainnya semisal rekaman dll, maka ikhwah yang menjadi penghubungnya. Ini jika memang antum semua menginginkan upaya islah, di saat sekarang ini apa yang dahulu dipermasalahkan telah banyak perubahan.

Ana sendiri sekalipun awalnya termakan oleh kekerasan cara dan isi yg disampaikan oleh ‘para pentahdzir’, namun kini ana ingin dapat memandang semuanya dengan independen menggunakan kaidah-kaidah syar’iyyah yang ana telah fahami. Insya Allah kita semua bisa mengenali mana yang lebih dekat pada kebenaran seiring bertambahnya ilmu kita. Dan kita hindari menerima mentah-mentah khobar apalagi ucapan tahdzir yang keluar sekalipun dari ustadz kita sendiri, kecuali jika telah jelas sesuai kaidah dan syarat-syarat untuk dapat kita terima. Dia bisa saja tersalah dalam hal itu, dan bisa saja benar, kita harus mencari sebanyak-banyaknya rujukan lainnya dan bukti-bukti baik yang mendukung ataupun yang menyanggahnya, lalu kita menimbangnya dengan timbangan yang adil sesuai ilmu yang telah Allah berikan pada kita. Jika kita bingung maka langsung saja tanyakan pada ustadz yang bersangkutan dan sampaikan semua yang kita ketahui dan informasi yang kita miliki. Jika ustadz tersebut memang jujur dalam dakwahnya dan takut kepada Allah maka beliau sebagai yang lebih berilmu dari kita akan menimbang dengan timbangan yang adil pula dan mestinya akan tetap berpegang pada kebenaran sekalipun pahit baginya.

Nopember 27, 2007 Ditulis oleh As-Salafy | Diskusi | | 3 Komentar

Belenggu-Belenggu Hizbiyah (2)

Wahai Kaum Muslimin

Sungguh, kini manusia telah dipisahkan dari hubungan dengan ulama Al-Kitab was Sunnah, telah dipisahkan dari pergaulannya bersama dhahirnya syari’ah dengan cara-cara dan sarana-sarana bid’ah yang coraknya bermacam-macam sesuai dengan perubahan zaman.

Oleh karena itu hendaklah anda berpegang kepada para “Ulama Syari’ah” dan para pengkaji “Ilmu Syar’i”, yang menjadi pembela-pembela Al-Kitab was Sunnah dari segenap bid’ah dan noda. Hendaknya anda duduk dan mengitari mereka untuk mendengarkan perkataan mereka. Ingatlah akan firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Dan siapakah yang lebih dhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabb-Nya, kemudian dia berpaling daripadanya”. [Al-Kahfi : 57][11]
Baca selebihnya »

September 25, 2007 Ditulis oleh As-Salafy | Manhaj | | No Comments Yet